15/11/13

HAI!

Hai!
Setelah sekian lama gak berpuitis najis di halaman ini, rasanya janggal banget buat mulai ngetik dan ngomong entah apa lagi. Tapi malam ini, pagi ini sih, tertanggal 15 November 2013, ada letupan dahsyat dalam kalbu bawasanya gue kangen nge-blog dan harus nulis. Haha.  Bukan, bukan berarti abis ini gue bakal pergi ke publisher dan nyiptain Kambing Jantan 3. Bukan kesitu niatnya. Ada rasa rindu yang teramat sangat ketika gue baca ulang berderet-deret huruf yang pernah gue ketik, sadar gak sadar, waras gak waras, udah hampir dua tahun melepaskan kebiasaan yang amat gue tunggu-tunggu selagi dahulu.
Walaupun gada yang baca (berharap ada yang baca karena saya anaknya suka jadi pusat perhatian), gue tetap optimis menjadikan tulisan gue yang sekarang ini bakal jadi hiburan buat gue di masa depan.

Oke. Setelah sekitar dua tahun gak nulis, berbagai cobaan hidup gue lalui sudah tanpa ngadu di blog, tapi Puji Tuhan Yang Maha Esa masih hidup sih, buktinya masih bisa buang waktu buat nulis. Beberapa kisah yang Anda lewatkan tanpa saya tulis:

 1. Akhir 2012 lalu, Saya kehilangan sahabat saya yang paling saya sayang. Setia, cakep, bersih. Boogie namanya, chihuahua putih, 4 kilogram dan positif obesitas. Dia bukan seekor, tapi sesosok. Sahabat baik yang walaupun nemunya ketika dia udah berusia 4 tahun, tapi dia bisa sayang sama saya seolah-olah saya keluarga pertamanya. So long, Love! See you at rainbow bridge!

2. Awal tahun yang kelabu di pembuka tahun 2013. Eyak... Kisah cintaku kandas. Kandas bersama pria yang pernah kusebut "Elemen Semesta" (dahileh), yang pernah fotonya kupampang di postingan sebelumnya, yang fotonya kami berdua lagi sok imut terus dicoret-coret alhasil kayak badut Wonogiri.Patah hati emang gak enak banget coy, beneran gue sih mending sakit gigi  sampe selebar lobang buaya juga. Kalo aja gue nulis ini sekitar 8 bulanan yang lalu, mungkin postingannya udah sepanjang cikini-gondangdia. Nulisnya sama airmata seember. Bisa buat menyuburkan tanah Ester si bintang iklan Youtube saat ini Diksinya menyayat bikin perih yang baca, sampe perih mata kali.
Tapi balik lagi, time heals, people grow. Rinso, salah satu deterjen lokal, mengajarkan, gak ada noda, gak belajar, jadi bagi gue, gak disakitin, gak bakal tambah kuat. Haha, sok banget ya. Tapi dari kisah cinta gue yang teranyar kemarin, sekitar 18 bulan merajut kasih dengan si pria yang dulunya sangat gue sayang dan gue yakin begitupun dia pada gue (AHSYEK!), gue belajar banyak, ikhlas yang bertahap, sayang yang gak egois, sampe belajar sedih yang gak sembarangan, sampe sekarang gue dan mantan punya hubungan yang sangat baik dan bisa damai (Mudah-mudahan ahahhhaha).
Beberapa kali pengalaman putus cinta dalam hidup tetap mengajarkan gue hal yang sama, makin kesini, gue sadar bahwa gue harus bangga dikasih pengalaman seberliku Gunung Sidingkalang, Sumatra Utara, gue "kok gini amat", sempat mengumpat sama jalan hidup yang membuat gue jadi males banget liat panggung percintaan yang kayak film thriller. Tapi sampe sekarang Puji Tuhan Alhamdulillah gue bisa kembali menebar senyuman di semesta, setidaknya buat Lenteng Agung sampe Thamrin.

3. Gue belom lulus kuliah dan BCM gue gak lulus di Juni 2013! GILAK. Tiap inget yang ini, enegggggg banget rasanya. Gak usah dibahas terlalu panjang kali ya. Dari sini gue berikhtiar bahwa tahun depan harus jadi sarjana.

4. Gue magang di Maxim (sampai saat nulis ini). Gada kata lain selain gue sayang banget sama kehidupan kantor ini. Kalian semua orang hebat. Males rasanya ngomong ke satu persatu dari mereka, gue tau mereka gak akan kepo nyari nama gue dan tiba-tiba nemu postingan ini. Makasih, Love banget.

5. Gue bahagia.

Sekian hasil luapan hati dan bacot yang ingin gue sampaikan, intinya, gue bahagia. Semesta memang kadang suka jayus. Tuhan juga humoris sih kayaknya. Jadi, terimakasih pada yang menciptakan metode senyuman sehingga sekarang ketika nulis ini saya bisa tersenyum bahagia,

26/02/12

And all the universe conspiring to help me to receive what i want

Bawa saya ke era ketika sang nabi tenar karena bahteranya yang menjulang tinggi mampu menyelamatkan makhluk dari tulah sang Empunya.

Anggaplah saya William Wallace yang hidup beribu-ribu tahun lebih awal, bersatu dengan sang nabi, tapi juga menolak untuk masuk ke bahteranya. Bukan karena saya ingin membangun bahtera baru. Namun ketika konspirasi semesta yang dimaksud mampu menguatkan saya sampai batas pecakapan dengan Tuhan, saya pasti membujuk-Nya untuk membiarkan bahtera itu ikut ke masa dimana saya hendak menjadi sejarah dan semoga Ia juga menunda tumpahan air bah itu mengamuk. Hanya sampai kavileri dan berbelas ribu infanteri itu menyerang saya. Tidak lama.

11/11/11

123 days

I am not very good in expressing myself, but this i wrote merely as my dedication. For you.
Once, you are a stranger. Then you became a best friend. Now the stranger brings me a meaning into my life.
For we’ve seen the most beautiful ruin, wishing to travel the definite to the infinite, and we talk a lot. This has been wonderful for us. Isnt that right?


Ternyata setelah lama tidak menulis, perbendaharaan kata saya secara disadari tidaklah kian berkembang, maka maaf untuk kemunculannya berbaris kalimat yang seharusnya berada di tempat ke-123, menjadi bergeser ke ordinat ke-124. Untuk penyampaian rasa yang monoton, yang tidak seindah "Roman Ketiga", yang...............Jadi, bacalah saja dengan hati, untuk jejaka pembawa pesan dalam botol, kelak kamu tau ukuran senyum yang saya sunggingkan ketika menulis materi ini, bahkan dalam detail milimeter :)






And yes, Albert Einstein has his own theory of relativities. But i also have my own theory of happiness : when you put your arms around me, i'm home!





*thank you for these 123 days that have been passed. I took the good time, and i'll take the bad time :)





01/08/11

Pencitraan dan Obsesi Malaikat

Dari A sampai Z, terserah kau pilih yang mana. Seingatku, aku tak pernah memaksa. Tapi kau memilih angka. Sedangkan yang kupunya hanya sederet abjad.

Tanpa kau sadari (karena kau seorang manusia yang ingin dianggap benar) kemudian kau memaksa emosiku meledak seperti sudah lama tersumbat.

Aku juga heran mengapa mulutmu selalu berucap aku adalah Chupacabra? Dan berkata pada dunia pujaanmu bahwa aku adalah Kerberos di era telematika.

Kalau saja aku tau tentang cita-citamu, aku sebagai manusia, tidak akan (sungguh) mau mencoba berjuang hidup di dua alam seperti seekor amphibi.

Kau mengulitiku hingga habis waktu. Dan terus meningkat, kemudian berhenti pada kata selalu.

Aku memang konservatif dalam hal memelihara. Menggenggam apa yang ingin aku jaga.

Tapi lantas aku bukan seorang algojo raksasa pajangan yang kau gunakan sebagai penjaga dan pengingat waktumu bilamana saatnya kau sudah pulih dari borok tanda tanyamu.

Jangan terbuai dengan semarak tutur kataku.
Aku hanya ingin menulis. Dengan garis tipis di atas pelipis, sehingga tidak ada lagi yang perlu kau tepis.

** Tulisan ini dibuat di Kampus Sastra, Depok, tanggal sekian bulan sekian, tahun 2010 dengan kondisi gamang. Haha. Baru di-publish sekarang dengan senyum lebar tanpa bermaksud apa-apa. Silahkan dinikmati jika berselera :)


24/07/11

We Live in This Orgasmic World

Dengan kesimpulan, saya berfantasi menjadi Tuhan, dimana kisah yang hanya sebatas fiksi, dapat dengan bebas saya putar hingga dianggap lumrah.

Saya seorang sinematrografer yang mempermainkan keindahan semesta yang awalnya anda ciptakan untuk membuat saya menyerah.

Saya seorang pemikir yang berada di tengah garis idealisme dan komersialisme yang jauh dari kata resah.

Saya seorang rockstar yang akan menghancurkan gitar kesayangan saya di akhir perutunjukkan dan diakhiri dengan memberi makan para penjarah.

Saya tidak heran jika anda membaca tulisan saya dengan sedikit amarah dan merasa bahwa saya hanya pemimpi basah.

Maaf, tapi saya lebih bersyukur bila bisa mati berdiri dari pada sibuk mencari benang merah.

Karena matipun saya ingin berpredikat megah.

Anda? Bedebah? Ya, sudah tau.

12/07/11

Elemen Semesta

Mohammad Fatturachman Hakim Datau

a.k.a
Alex Ground...cuih


I don't do promise, but i do pray that we could stay no matter how hard it will be .
Thank you for being sincere..
. (ciyeee)

11/07/11

Has been Answered

I asked for strength - and i was given difficulties to make me strong

I asked for wisdom - and i was given problems to solve

I asked for prosperity - and i was given a brain and brawn to work

I asked for courage - and i was given dangers to overcome

I asked for love - and i was given troubled people to help

I asked for favours - and i was given opportunities

I received nothing i wanted

I received everything i needed


26/04/11

Untuk "Kagum" yang Tak Terbatas

Saya pikir ini biasa saja.
Sampai pada akhirnya semua presepsi saya mencair jatuh, dan mulai mencari muara yang harusnya tepat.
Dan yang paling tepat menurutnya adalah hati.
Hati yang letaknya memang selalu di bawah otak.

Bukan tanpa sebab Sang Khalik merancang posisi kedudukan mereka, seperti bentuk perlindungan epidermis kepada dermis. Agar sang hati tidak lagi mudah tergolek miris.

Maka saya, manusia, harus melindungi sang hati dengan tameng otak.
Tapi sayangnya, saya adalah insan yang perlahan terlalu mengagumi anda.
Saya sudah berpisah dengan kata rasio, semenjak saya mengetahui bahwa kita adalah kesatuan yang selalu berwujud dua.

Saya masih takut sakit, memang.
Namun kali ini, saya akan membiarkan bias presepsi itu mengalir deras terus mencari muaranya di organ bernama hati, karena yang saya tau ialah, mengagumi kamu dan kita adalah sesuatu yang tidak terbatas......







12/02/11

A Song that Makes me "falling"

"ROMAN KETIGA" : Accoustic version

By: White Shoes And The Couples Company
Written by Aprilia Apsari


"Aku jatuh dan tak bangun lagi, tenggelam di rayuannya. Menerpa s'gala angkara murka, padanya ku 'kan setia....."


Just listen to the lyric and Ms. Sari's voice, soon you'll find the magical meaning of this song.
I don’t know, because it hasn’t leave from my brain since the first time it thrived into my brain.
The beauty and of course originalities of this song really amazed me, even for the hundredth listening.
Once again, WSATCC is a pure brilliance.


Roman Ketiga

Cahya surya menyinari
Menyirami sanubari
Kuterlena akan lagu
Merdu senandung mendayu

Aku Jatuh dan tak bangun lagi
Tenggelam di rayuannya
Menerpa s'gala angkara murka
Padanya Ku 'kan setia

Ku jatuh dan tak bangun
Aku jatuh dan tak bangun
di rayuannya

Terpa sgala angkara
Terpa sgala angkaramu
Ku kan setia


16/12/10

Sketsa Robot

"Pendidikan tanpa uang sama dengan omong kooo.......song!"


"Sketsa Robot Ver. 2.0" karya I Yudhi Soenarto. Mengangkat isu pendidikan di negeri tercinta yang mulai (mungkin dari dulu) berorientasi pada uang, disajikan secara satir, dan tentunya dengan keseluruhan teknis, tim produksi, pemain, dan seluruh komponen pendukung yang luar biasa hebat.. (menurut saya pribadi) hehe.

Pementasan ini cukup berkesan bagi saya secara personal karena saya ikut terlibat di dalamnya. Hehe. Walaupun bukan pemain, tapi saya sebagai tim pemusik sudah mulai merasakan letihnya latihan untuk pementasan ini sejak dua bulan sebelum pertunjukkan. Capek? pasti. Awalnya latihan hanya diadakan hari Jumat. Mulai 7 malam sampai........gak tentu, paling cepat 11 malam. Tapi, semakin mendekati pementasan, latihan pun semakin intensif. Kemudian, sekitar tiga minggu sebelum pementasan, latihan pun mulai diadakan setiap hari. Selesai latihan bukan lagi jam 11, tapi bisa sampe jam 3 pagi. Wow. (Jelas capek. Pulang kuliah, nunggu di kampus sampe jam 7 malem, terus latihan, sampe jam 1 atau 2, paling lama jam 3 pagi, kalo ada waktu kosong nyolong-nyolong ngerjain tugas. )

Tapi semua capek itu kemudian terbayar dengan adanya keluarga baru yang memberi saya banyak pembelajaran, ilmu, cerita, cinta, dan semangat luar biasa. Sebelum pementasan, saya pingin ini cepet kelar kalo ngebayangin bagaimana hecticnya setiap hari, tapi begitu pementasan berakhir, saya mulai kangen. Kangen suasana 9204 sama orang-orangnya, kangen FIB waktu malam menjelang subuh, kangen ketawa ngeliatin akting orang-orang ciamik, dan tentunya kangen sama tim musik yang super sabaaaaar, super hebat, dan superhero. Kita di musik cuma ber-4, terdiri dari (ki-ka): Awan, saya sendiri, Rizky, Mas Asep.

Salut untuk keluarga besar Teater Sastra Universitas Indonesia. Lanjutkan berkarya, menyenangkan bersama kalian.

"Kritis bukan berarti tukang kritik" -oleh: URI (Universitas Robot Indonesia)- Sketsa Robot

27/11/10

Tissue

When everything is not here when they are most needed, I thank God for giving me this tremendously gorgeous tattoo on the skin of my soul: Faith


Dedikasi (minimal) Untuk Diri Anda Sendiri. Tidak Banyak :)

Tidak ada yang lebih menyenangkan selain suara anda ternyata mendapat sebuah perhatian yang tidak terduga (guna news feed)


Jadi begini, Diam bukan berarti tidak peduli, saya (kami ) bukan mahasiswa militan yang tidak punya dedikasi (walaupun kami tidak 'berisik'). Kami juga tidak ongkang-ongkang kaki, tetapi lebih menyenangkan bagi kami untuk menyadari bahwa kami memiliki prestasi TANPA harus diiringi oleh kobaran suara bernada sinis.

Juga dengan karya signifikan yang melebihi ilusi seorang pujangga, kami mampu membuktikan kalau saya (kami) bukan sekedar
"Tong Kosong yang Berbunyi Nyaring" :) Itulah sosok saya (kami) yang sedang anda pertanyakan. Mau lebih kenal? Tinggal buka mata.



-terimakasih. Semoga tidak ada yang tersinggung. Dan ini lebih dari cukup :) -

26/11/10

Ritmik Melodis

Ya, kita dipertemukan oleh rutinitas yang sama-sama kita cintai dan yang bukan pula sebuah kebetulan.
Kemarin, adalah anugerah, ketika saya tahu bahwa anda sangat mengaggumkan. Membuat saya sadar bahwa inilah gejala...........Ah. sekarang saya percaya bahwa selalu ada yang lebih baik dari sejumput masa lalu. Dan itulah anda.

for: - prvrt-

10/10/10

Thank God there's a Mute Button on Twitter

Belakangan ini, saya menemukan kesenangan tersendiri ketika membuka twitter. Kesenangan tersebut menjalar-jalar tak terbendung sampe saya akhirnya bikin tulisan ini.. -__________-
Dimana letak kesenangannya? "Twittermu harimaumu". Ya jelas dari timeline orang-orang yang saya follow.
Gue sendiri juga bukan orang yang hobi nge-twit. Bisa dibilang gak semua kegiatan gue saat itu, gue cantumkan di twitter. Misal : (@ Sushi Tei...mm late dinner with my lovely...yummy...).... hehe

Timeline tentu mencerminkan isi hati atau pikiran si pemilik pastinya (atau mungkin hanya ikut tren nge-post sesuatu). Belakangan, saya suka senyum-senyum sendiri liat twit sejumlah orang yang saya follow, dimana mereka lagi suka marah-marah, mengumpat, bahkan mengkritisi sesuatu dengan pedasnya dengan BERKALI-KALI. Wow!

Okay, Dont get me wrong... niat saya mem-post ini gak bermaksud apa-apa. Cuma, kadang heran aja, kenapa ya orang-orang itu makin ke sini, taunya cuma protes, mengumbar kejelekan sesuatu (yang tanpa sadar juga ternyata membuka aib si penulis twit sendiri) tanpa memberi solusi, dan dilakukan di media publik? Hmm.
Beberapa orang yang saya follow, belakangan giaaaaatttt banget melakukan "persuasi" atau mungkin "provokasi" di twitter. Tentu saja, itu hak mereka, sekali lagi, HAK. Dan sebenarnya saya sering "gatel" ingin ikutan komentar atau 'reply' dengan yang kira-kira seperti ini
"Emang, aksi lo untuk memperbaiki sistem yang lo kritik itu, udah sejauh apa?" .
Gue pernah melontarkan balasan seperti itu pada salah satu org yang gue follow, dan jawabannya seperti ini :
"Ya ini, aksi protes dan membuka kebobrokan, biar orang-orang pada tau".

Tapi jangan lupa, sekali lagi, ini adalah Media Publik, dimana orang-orang bebas melihat dan menilai isi tulisan lo. Jadi, semua bisa menjadi SAH di twitter, ketika lo diserang balik karena pernyataan lo, bahkan ketika lo mengumpat, ketika lo bikin kultwit yang isinya protesan gak ada habis-habisnya pun sah-sah aja. Dan termasuk pendapat saya tentang orang-orang seperti itu, juga terbilang SAH. HAHA.

But, Thank God there's a Mute Button on Twitter nowadays. Jadi, saya menemukan solusi tersendiri untuk menghindari persuasi sejumlah oknum yang kadang bikin saya sendiri jadi mikir "BACOT BANGET LO". Mungkin lebih halus daripada "unfollow" atau "block user" karena faktor kenalan, atau sejenisnya. Hypocrite? I dont think so. Selama sifatnya menjaga perasaan.......(*isi sendiri) haha

Okay, just dont take this post seriously. Just thank God, you can push that Mute Button anytime you want. :)

08/10/10

Ngasal

Ini adalah dunia yang sempurna, dunia dimana kita lahir di sela-sela ketidak sempurnaan yang sesungguhnya adalah sempurna.

Di tengah kritik (sok) idealis setiap insannya yang merasa dirinya adalah ahli pemikir.

Dikelilingi individu yang terus berlomba merebut perhatian lawan jenis maupun sesama jenis dengan idealisme yang (sok) terpelajar.....Lalu, mereka bergejolak.
Mendongak angkuh dan bahagia karena mendapat sambutan, kemudian semakin berkoar, tanpa secuil kontribusi atau bahkan simbolnya saja.

Jangan buat kesempurnaan ini kusut karena kesibukanmu atas pencarian terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

Sesekali, melihatlah dengan batin. Terimalah sesuatu di luar sana yang sedang kamu abaikan. Kemudian, DIAM.

15/09/10

Dunia dalam Kelamin

Saya melihat seorang pengembara berjalan mendekat.
Tanpa sehelai benang.
Telanjang, ditelanjangi, atau mungkin menelanjangi.
Juga tanpa kelamin, maka tidaklah ia berjalan dengan malu.
Bukan cacat, bukan pula halusinasi.
Apakah dunia ini bulat?
Apakah dunia ini datar?
Ia tidak lagi peduli.
Menurutnya, lebih baik datar, jika perubahan berwujud tupai berkepala dua yang menggerogoti kebahagian yang belum sempat diraba.
Lebih baik bulat ,jika nestapa tidak memandang luka dan nanah yang belum kunjung kering.

Tidak ada yang lebih baik di dunia ini selain berkelana sambil telanjang, tanpa sehelai benang, dan tak berkelaminkan sebuah identitas

12/09/10

Semua Orang Ingin

(Saya ingin) Mati. Daripada harus hidup dua ratus tahun hanya bermodal jengah, saya lebih baik mati sesuai ilustrasi takdir.

Lalu, Masuk Surga. Siapa yang tidak ingin?





06/09/10

Ibu, aku berantakan...

Dua jarum beda panjang yang melekat di benda bulat pipih berlindungkan kaca tersebut mulai maju menunjuk angka satu (si pendek tentunya) dan si panjang sudah mulai menyentuh angka dua belas. Yang lebih mudah bila saya ceritakan, saat itu sudah pukul satu dini hari.
Mata saya masih terbuka lebar, mamandangi layar laptop walau dengan tatapan kosong

Saya mau bercerita, hari ini : BERANTAKAN

Mulai dari kamarku, yang secara sadar kutemui dengan susuananya yang tidak jauh beda dari kandang ayam. Bau lembab, sepertinya cocok menjadi ekosistem jamur-jamur yang kebingungan, debu-debu terlihat santai bertegur sapa sambil berterbangan bertukar tempat. Ohya, tidak lupa baju-baju kotor bau apek yang tergeletak di meja belajar, tergantung di teralis jendela sampai menghalangi sinar matahari yang seharusnya bisa membunuh jamur. Tapi beginilah daya kamar yang hanya disapu seminggu sekali....

Lalu penampilanku, setelah mandi, merasa bersih, aku pun bergegas mulai menata apa yang bisa ditata dari kaki hingga kepala. Tapi, kayaknya percuma, tuh! Masih terlihat berantakan. Rambut? sudah disisir.
Wajah? Sudah dioleskan moisturizer (kalau memang masih berantakan, mungkin bawaan janin) -___-
Baju? Tidak ada yang robek, sudah disetrika oleh ibu dengan apiknya
Baiklah, aku berkelit bahwa penampilan kasualku mungkin terlihat "berantakan".....

Kemudian aku memutuskan untuk terduduk sebentar, layaknya melodrama berlatar buaian kamar, aku duduk dengan tatapan kosong di atas kasur, dan berusaha menyadari apa yang berantakan. Kenapa baru saja setengah hariku yang sudah lewat bisa kusimpulkan dengan kondisi "berantakan" yang mayoritas?
Hm.. Dengan suasana galau yang teramat sangat, aku mulai menyadari bahwa kondisi berantakan ini sudah tercipta jauh semenjak aku sadar bahwa mereka tidak tertata rapih. Tidak cukup aku menyapu, membasuh kaca berdebu, melipat pakaian, lantas sekitarku ini berubah menjadi rapih.
Karena, jika aku sempat membiarkan mereka berantakan, walaupun akhirnya akan kurapihkan, siklus semrawut akan menjadi stereotip di keseharianku. Dan berantakan akan menjadi sesuatu yang tidak tuntas.

Benar kata ibu "Sebelum keadaan menjadi berantakan, kembalikan apa yang kamu ambil tadi ke tempatnya semula" satu lagi "Sebelum merasa berantakan, sudahkah kamu berkontribusi untuk memberikan 'kerapihan' sebuah kesempatan?"

Lalu malam ini aku hanya bisa bilang "Ibu, maaf aku berantakan..."


*untuk ibu yang selalu tahu padahal bukan dukun :)


'

30/08/10

Dedicated to "Robocop"

After all we've done together, i just want to say Thank you.
It was a wonderful 13 months with you.


So much memories there.
Lots of beautiful things that we had.

And for these silly little things that we had :

- When i call you as a "Robocop", mungkin saat itu kamu harus jadi jagoan seperti Robocop, tapi bukan cueknya. haha

- When we heard John Legend sang "Where did My Baby Go", mudah2an anda bisa sukses seperti John dalam bermusik dan berpiano, tapi jangan sampai linglung kemana "baby" nya pergi, haha (kayak lirik lagunya)

-When i made those "filosofi tinja and filosofi donat", saat itu saya berharap kita bisa belajar seperti kinerja tinja, dan berjalan sesuai jalur kue donat.

-When i asked you to read "PEKA" by: Sirkus Emosi, mudah2an anda juga bisa belajar sedikit dari sifat itu, agar Fariz tidak perlu "mogok" untuk membantu kamu agar lebih peka (kayak di bukunya ceritanya) hahaha :p

-When we argued about a "jealousy", itu menandakan bahwa kita hanya sepasang muda-mudi normal yang bisa dilanda masa-masa labil, iya kan?

-For all the smiles and tears, itu berarti semua yang pernah kita jalani tidak ada yang sia-sia


Apapun kondisinya saat ini, terimakasih untuk semua kenangan.

ohya ini buat anda :



This part of the song, always reminds me f you :

I remember.. The way you read your books,
yes I remember
The way you tied your shoes,
yes I remember
The cake you loved the most,
yes I remember
The way you drank you coffee,
I remember......

Good luck Bendji, Do well! God Bless

20/08/10

Amazing Zooey

I just want to show you how adorable Zooey Claire Deschanel is

Lucu banget loh disini haha







i'm not going to describe how much i adore her. You shouldn't agree more , right?
From now on, Zooey is one of my favourite girl (after Kate Hudson of course).
And im thinking about to cut my hair like zooey's. cute isnt it?.... haha baru rencana sih tapi