13/10/09

thats why i call them best friend

Setiap perkanalan itu memang gak ada waktunya, gak disangka-sangka ketika kita kenalan, mungkin kita sedang diperkenalkan takdir dengan seseorang yang kedepannya akan sangat berharga buat kehidupan kita, hehe.
Yang namanya sahabat (real best friend whom you can deal with ya) akan sangat kerasa nyata kehadirannya terlebih kalo kita lagi ada masalah, bukan berarti deket kalo butuh, tp emang hakikatnya begitu, haha. Dan sebaliknya, sahabat yang baik itu selalu ada kalo kita lagi merasa tidak eksis di dunia. ngerti? haha whatever that means , i'm just telling why we keep whining, it's just because there're friends to share with.

Yak omong-omong tentang sahabat, salah satu orang yang menurut saya saat ini menjadi sahabat terbaik (ehem GR ntar ya) adalah Sigit Wijayanto. Tiga tahun SMA bareng, tapi kita baru deket sebulan sebelum lulus. Kalau mau nyesel, ya gue selalu berpikir, kenapa telat banget sih kita deket, ya tapi lebih baik begitu dari pada tidak sama sekali.
Awalnya itu deket gara-gara gue tiba-tiba menceritakan masalah yang cukup krusial lewat msn, tapi saran yang gue dapet dair dia itu cukup menohok, sampai menusuk jantung kalbu, ya mulai saat itu gue kagum sama dia, terus detik2 mau acara wisuda sekolah, dia minta diajarin main piano lagu-lagunya Michael Buble. Salah satunya "You and I (we can conquer the world) dan sampai sekarang belum terwujud juga kita main lagu itu bareng-bareng ya ndut? keburu ke Jerman orangnya, menuntut ilmu pake jauh-jauh sih lo, UI aja tinggal ngesot, ZZZ.

Sampai sekarang setiap gue ada masalah gue selalu cerita ke dia, and i wonder how he able to boost my mood up when everythings feel like going to lift my mood down. Padahal hidupnya dia lebih berat dibandingkan gue di sini.
Di sana dengan tanpa siapa-siapa disuruh menghadapi hidup yang cukup berat dengan efek kaget yang cukup besar, tapi buktinya sampe sekarang dia bisa bertahan dengan tidak cengeng, haha padahal mah manja banget loh orangnya, ini fotonya, foto terakhir kita jalan bareng di Jakarta

Harusnya ada guenya nih di foto tapi tau deh kemana guenya.
Ohiya detik keberangkatan dia ke Jerman, hal yang sangat gue sesalkan adalah gue tidak bisa mengantar, waktu itu saya sedang sakit, bukan hanya sakit raga, tapi juga sakit hati, haha lebayyyy, ya tapi Sigit kembali mengerti alasan yang cukup membuat saya down waktu itu, dan seperti siklus, nasihatnya selalu membangkitkan saya ketika butuh sesuatu yang bukan zat atau material, hehe.
Ohiya ada lagi satu lagi, Giany Amorita
*yang sebelah kanan, hehe. Kisahnya hampir sama kayak Sigit, baru deket mau lulus, tapi apapun awalnya, yang penting kita bersahabat. Distance doesnt mater at all. Jakarta-Jogja-Wismar, hehe. I Love you both Gigi, Sigit

02/10/09

me and my funky blue helmet, haha








Helm biru gaul yang saya pakai ini adalah hadiah dari Pandji Putranda, hehe. He gave me as our 2nd months present, hehe. Thanks jay.

23/09/09

i adore kate hudson since right this second



first off all i'd like to say selamat lebaran everyone, minal aidin wal faidzin.
oke, since i'm on my lebaran holiday, actually i've nothing to do, all is not only so boring, but also depressing (lebay sih yang ini), soooo i made my days watching dvds, today, i watched 2 movies which both starred by kate hudson. honestly,it was unconditionally, but when i realized, those are kate's , i dont know how to say how gorgeous she is, i watched:
a. you, me and dupree
b Bride wars ( can you explain how gorgeous she looks?)

Here’s the lovely KATE HUDSON on the set of her latest movie “Bride Wars” - a romantic comedy about two best friend




she’s so cute! i really love her hair! (btw, the vera wang she wore in the movie,Fabulous!)



Yes, call me awkward, but i do not make things up people, haha,. But seriously, i love Kate Hudson
Dont you agree, kate (Liv) looks more gorgeous than Anne (Emma) does? i love both of them, but i dont know how Kate injects me like i'm crazily adore her.
1. She played as a lawyer, i'm obsessed being a lawyer, she did it well.
2. She looks cute with her hair
3. She is Liv, little bit rude and selfish, and i love being selfish, selfish is cool isnt it? no i'm joking. oke i adore her so much on bride wars because she is Kate, no other reason.....

27/08/09

terlepas dari apa kita menyebut_Nya, Tuhan itu tetap satu

oke, walaupun belom nonton, tapi gue sedikit tergelitik untuk mengomentari eksistensi film cin(T)a (tergelitik?????) .

Awalnya, gue dikasih liat sama salah satu temen gue (sebut aja deh nama aslinya Rembulan Randu Dahlia), yang pada saat itu, punya pacar beda keyakinan sama dia, suatu hari, si cowoknya ini memberikan link yang dimana berisikan cuplikan film cin(T)a itu sendiri, kalo gak salah itu dulu dibilang karya anak ITB, dan si cowoknya Randu juga bilang itu karya seniornya di ITB iya gak sih? ya simpang siur sih ingetan gue, karena kejadiannya sekitar Maret 2009 dan ingatan saya tidak cukup baik untuk mengingat detailnya.

Nah yaudah setelah gue melihat trailernya, gue menyadari bahwa masalah seperti itu sangat sering dan mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, sederhana, tapi belum tentu bisa dipecahkan dengan sederhana.
baiklah, gue bukan orang yang melek agama, religius, dll, tapi, kalo kenyataannya Tuhan itu satu,dua pertanyaan yang selalu saya pikirkan adalah:
1. Kenapa Tuhan menciptakan manusia dengan bermaca-macam perbedaan?
2. Kenapa Tuhan mempertemukan kita kepada yang berbeda kalo kenyataannya yang berbeda gak bisa bersatu?

Tuhan mempertemukan kita dengan mereka yang kita sebut "cinta" pasti bukan tanpa maksud apa-apa yakan, menurut gue, Dia pengen kalo kita semua ciptaan-Nya sadar kalau kita sama di mata Dia, terlepas cara kita yang beda-beda memanggil Dia siapa, dan bagaimana kita menyembah Dia. Gak ada agama yang paling bener, semua sama, tergantung cara kita berkomitmen sama Dia.

Saya pernah mendapat nasihat dari salah satu teman saya, yang isinya kira-kira begini "Mee, hidup itu kayak kotak-kotak, tapi yang bisa nembus kotak itu ya cuma cinta." Nah, apakah agama menjadi salah satu sarana pengkotak-kotakan hidup manusia?

Banyak temen-temen gue , bahkan gue sendiri (gak nanya juga sih ya? haha)yang akhirnya mengesampingkan cinta karena keadaan. Mungkin ada kemungkinan keadaan sekitar yang tidak mendukung (keluarga,dll), tapi ada juga yang karena kesadaran sendiri dan bukti kesetiaan terhadap Tuhan yang mereka sebut. Oke dari kasus tersebut, gue pribadi bisa menyimpulkan mereka lebih sayang sama Tuhan mereka daripada apa yang ada di atas muka bumi, salut. Bukan berarti ini wujud fanatisme, tapi ini seperti komitmen, yakan?

Sumpahhhh gue pengen banget nonton ini film, tapi belum sempet2 ya gimana dong ya? tapi melihat trailernya aja udah cukup menyentuh dan membuat gue "melek" cinta yang gak harus dipaksain, dan salah satu quotenya tokoh Cina dlm film cin(T)a adalah "Makanya Tuhan nyiptain Cinta supaya yang beda- beda bisa menyatu". Yes, hidup adalah kotak-kotak dan yang bisa menembus itu adalah cinta, gak harus dipaksakan, tapi cinta bisa membuat sadar kalau gak ada gunanya membeda-bedakan orang karena siapapun kita, dari golongan minoritas maupun mayoritas, kalau kita berhadapan dengan cinta, gak ada lagi yang perlu dipertanyakan, aassstagaaa sotoy bener gue.


p.s ; oke, postingan saya ini tidak bermaksud apa-apa, untuk kepentingan yang bagaimana, atau menyidir siapa-siapa, kecuali pihak yang namanya sedikit disebut, hehe.
**
hidup itu kayak kotak-kotak, tapi yang bisa nembus kotak itu ya cuma cinta.
-Rizky Prasetiya U-

25/08/09

unconditionally taken

I dont know why an "unconditional" situatioan always wonders me unconditionally. . . mmm misalnya,
Do you ever look at a picture of yourself and see a stranger in the background? It makes me wonder how many strangers have pictures of me...? How many moments of other peoples lives have i been in? Were we somehow destined to be there?
Was it unconditionally happen?
Analogi kecil tentang suatu kebetulan, terserah bagaimana kita beranggapan seperti apa kan? Riweuh, haha but somehow i feel its all about our destiny.
Just think, we could have been a part of someone's life and not even know it.

22/08/09

August Blush

Less than a week later, i'll go back to my studies...ZZZ, i must cultivate my mind, but i've grown fat and lazy over these last days.

Setelah beberapa bulan tidak meng-update blog (ya gak ngaruh juga sih gak ada yang baca). . . . (ada kan yaaaa???)ngarep,, hehe, tapi no particular reason untuk saya tidak menulis lagi.
Bulan ini berarti minggu depan kegiatan kuliah sudah dimulai dengan normal, gak tau sebenarnya akan normal atau tidak, setelah mata kuliah inti bahasa cina saya failed. Bergelinjang rasanya waktu pertama kali sadar bahwa saya gagal, lucu sih sebenernya, jurusan sastra cina kok yang gak lulus mata kuliah bahasa cina, dan 6 sks begitu saja, waw, bukan main main bukan? Tapi yaudahlah, namanya juga hidup kalo setiap saat berhasil bukan hidup namanya.

Awal-awal sebenernya belum bisa terima kenapa harus failed, dan berarti saya harus ngulang dan berarti juga membuat tahun kelulusan saya menjadi mundur dong? yaaaaa tinggal berusaha dan berharap, hehe.

Oke, selain itu minggu ini cukup melelahkan, berangkat ke kampus tanpa diiringi matahari, dan pulang dari kampus telah didahului matahari yang beranjak terlebih dahulu, bukannya sok eksis, maksud hati pengen mencoba hal baru berorganisasi di kampus yang ada malah kecapean sendiri dan ngeluh sana sini masuk angin, pegel-pegel yada yada yada. but every clouds has it's silver lining, dari kegiatan penyambutan mahasiswa baru di FIB (PSA MABIM 2009) dimana saya turut andil (biarpun sedikit tetep andil kan? hehe) di bidang acara, yang sebenrnya saya lebih banyak makan gaji buta, setidaknya saya mendapatkan beberapa teman baru. Teman-teman yang hampir sama gaji butanya dengan saya , hehe.

Ya setidaknya itu sedikit gambaran tentang agustus yang mebuat saya blushing, ohya, satu lagi





we're about going a month on august 28th, he is so much fun to be arround :)






22/07/09

it was such a strange feeling when i started to write

Actually, i want to be a good writer, but i’m afraid that if I do try, I’ll come to find out I have nothing important enough to say, that it won’t be good enough. I don’t want it to be ‘good enough’. I want it to change someone’s life for the better. I want it to mean something to someone. And I’m absolutely terrified that it won’t.