Saya pernah mendengar celetukan teman saya yang berbunyi "Kita Produktif Ketika Kita Luka"
Hm... cukup mengena. Pada kenyataanya, saya setuju dengan celetukan tersebut.
Mungkin itulah mengapa Tuhan mengizinkan kita terkena sedikit luka
Karena banyak hal-hal menakjubkan yang tidak akan terpikir oleh kita disaat kita bahagia.
Bersyukurlah atas luka, karenanya kita tau menghargai dan menciptakan sukacita.
14/08/10
03/08/10
Damai, yuk?
Ketika dikecam, jiwa dan hati kecil sebenarnya akan bertanya "Demanakah kesal ini akan bermuara?"
Mungkin aku pantas dikecam, tapi menurutku, kamu tidak pantas mengecam
Teman, tolong buka pintu hati
Hanya sekedar melihat maaf
Maaf itu tidaklah murah
Tidak juga terbayar
Tidakpula kenal kontrak
Tapi, bagiku dia perlu tanda tangan
Sebagai tanda bahwa kamu setuju
Sudah menerima maaf
Sumpah! Aku kasih gratis....
Mungkin aku pantas dikecam, tapi menurutku, kamu tidak pantas mengecam
Teman, tolong buka pintu hati
Hanya sekedar melihat maaf
Maaf itu tidaklah murah
Tidak juga terbayar
Tidakpula kenal kontrak
Tapi, bagiku dia perlu tanda tangan
Sebagai tanda bahwa kamu setuju
Sudah menerima maaf
Sumpah! Aku kasih gratis....
30/07/10
Prosedur Takdir
Di sini mulai belajar menjual, besok sudah mulai mengobral bual
Lama-lama lirih sampai lawan bisa mual
Siaga kata untuk sebuah registrasi cinta
Omong kosong belaka karena niat untuk umbar kata
Semua berlomba-lomba untuk memastikan hasil akhir
Tidak perlu mati khawatir, sudah ada takdir
Tenang, anda sudah dicatat, karena cintanya sudah diregistrasi
Tinggal bayar saja biaya administrasi
Lama-lama lirih sampai lawan bisa mual
Siaga kata untuk sebuah registrasi cinta
Omong kosong belaka karena niat untuk umbar kata
Semua berlomba-lomba untuk memastikan hasil akhir
Tidak perlu mati khawatir, sudah ada takdir
Tenang, anda sudah dicatat, karena cintanya sudah diregistrasi
Tinggal bayar saja biaya administrasi
29/07/10
We're Only Just Begun
Its been a year! Yeay.
Setahun sudah saya dan dia "berjalan" bersama....(gak enak ya bahasanya?)
Banyak analogi yang pernah kami gambarkan mengenai perjalanan kami ini, tapi apapun itu analoginya, intinya adalah hubungan kami ini adalah hubungan yang luar biasa, haha. Kenapa? karena tidak mudah menyatukan isi dari dua kepala yang sangat berbeda seperti kami, hingga kadang terlontar kata menyerah, sampai akhirnya semua kembali berjalan kembali sesuai arah. Apapun itu, saya rasa, kami berhasil menyentuh tahap ini hanya karena pengorbanan (ih apasih????) haha kok jadi salting sendiri sih gue? haha.
Okay, hari ini kami nonton SALT, sebagai perayaan setaunan, di sebuah Mall di bilangan Pejaten, tempat dimana sang lelaki menyatakan perasaan kepada sang wanita.
Setahun lalu, dia memberikan saya sekotak nasi goreng yang luar biasa enak, dan ternyata di dalamnya, terdapat selipan note:
Setahun sudah saya dan dia "berjalan" bersama....(gak enak ya bahasanya?)
Banyak analogi yang pernah kami gambarkan mengenai perjalanan kami ini, tapi apapun itu analoginya, intinya adalah hubungan kami ini adalah hubungan yang luar biasa, haha. Kenapa? karena tidak mudah menyatukan isi dari dua kepala yang sangat berbeda seperti kami, hingga kadang terlontar kata menyerah, sampai akhirnya semua kembali berjalan kembali sesuai arah. Apapun itu, saya rasa, kami berhasil menyentuh tahap ini hanya karena pengorbanan (ih apasih????) haha kok jadi salting sendiri sih gue? haha.
Okay, hari ini kami nonton SALT, sebagai perayaan setaunan, di sebuah Mall di bilangan Pejaten, tempat dimana sang lelaki menyatakan perasaan kepada sang wanita.
Setahun lalu, dia memberikan saya sekotak nasi goreng yang luar biasa enak, dan ternyata di dalamnya, terdapat selipan note:
Op. 121 no. 8 "Come with Me, We'll Travel to Infinity"
.mungkin ini penghujung jalanku dalam semedi mengenai penantian madewi
Sebentar nanti akan kualami seberkas kejujuran menampak diri mengucap janji
Maaf jika lama
Sering ragu berkelebat seketika
Beralasan takut semata
Untuk ini kamu tidak perlu tanya "mengapa" atau "bagaimana"
Cukup asal kita saling percaya Dan sejarahku akan menghapus kata trauma
Kali ini Aku cuma bawa sepotong hati
Agar pengakuanku lengkap tanpa terkecuali
.P
.mungkin ini penghujung jalanku dalam semedi mengenai penantian madewi
Sebentar nanti akan kualami seberkas kejujuran menampak diri mengucap janji
Maaf jika lama
Sering ragu berkelebat seketika
Beralasan takut semata
Untuk ini kamu tidak perlu tanya "mengapa" atau "bagaimana"
Cukup asal kita saling percaya Dan sejarahku akan menghapus kata trauma
Kali ini Aku cuma bawa sepotong hati
Agar pengakuanku lengkap tanpa terkecuali
.P
Sweet ya? haha. Opus 121 nomer 8, entah knp saya suka nomer 8 karena kesannya "infinity" gitu haha.
Tidak banyak yang kami lakukan di "setahunan" ini. Cukup peringatan, memberi sedikit suvenir satu sama lain, sisanya? harapan di waktu2 selanjutnya akan berjalan sama manis,, (ihh haha maaf ya norak).
Untuk Pandji Putranda : Semoga ada tahun-tahun berikutnya untuk kita saling melengkapi, ingat filosofi tinja dan donut yang aku kasih ya, Bendji!! Thanks for this amazing 365 days. God bless us
Tidak banyak yang kami lakukan di "setahunan" ini. Cukup peringatan, memberi sedikit suvenir satu sama lain, sisanya? harapan di waktu2 selanjutnya akan berjalan sama manis,, (ihh haha maaf ya norak).
Untuk Pandji Putranda : Semoga ada tahun-tahun berikutnya untuk kita saling melengkapi, ingat filosofi tinja dan donut yang aku kasih ya, Bendji!! Thanks for this amazing 365 days. God bless us
18/07/10
kripik kripik
Terimakasih untuk kegaringan, yang karenanya, keripik tidak akan terasa "lempem"
*entah bahasa mana itu lempem, tapi lempem adalah lawan kata garing, gak selamanya garing itu bikin bete....
teruntuk : teman-teman saya yang hobi ngejayus, jangan minder. Syemungudh! Entah kenapa mau nge-post ini, karena keseringan denger kata "garing" di tengah lawakan saya terhadap teman-teman saya, berarti saya mungkin emang ga bakat ngelawak, tapi di sela-sela celaan mereka atas "kegaringan" saya, tetap terlihat kok, walau seiris, ada senyuman yang menahan tawa lepas. Jadi, jangan khawatir menjadi garing. Karena disaat kamu dibilang garing, semua terasa gak "lempem" haha. terimakasih
*entah bahasa mana itu lempem, tapi lempem adalah lawan kata garing, gak selamanya garing itu bikin bete....
teruntuk : teman-teman saya yang hobi ngejayus, jangan minder. Syemungudh! Entah kenapa mau nge-post ini, karena keseringan denger kata "garing" di tengah lawakan saya terhadap teman-teman saya, berarti saya mungkin emang ga bakat ngelawak, tapi di sela-sela celaan mereka atas "kegaringan" saya, tetap terlihat kok, walau seiris, ada senyuman yang menahan tawa lepas. Jadi, jangan khawatir menjadi garing. Karena disaat kamu dibilang garing, semua terasa gak "lempem" haha. terimakasih
23/06/10
Produksi
Jodoh itu milik siapa? Milik mereka yang percaya adanya jalan Tuhan.
Kita tidak berjodoh dengan atap, ketika kita tidur menatap langit.
Siapa yang memiliki pakaian lengkap? Mereka yang punya benang untuk merajut uang.
Kita tidak akan diperkosa, walaupun berjalan telanjang di gedung taman kanak-kanak.
Sekarang, bukan lagi mereka yang ingin aku jodohkan, tapi, nalarku sedang menanti jodohnya yang sedang dijemput birahi sang pembual.
Jodoh, aku sabar menunggu.........................................................................................................
Kita tidak berjodoh dengan atap, ketika kita tidur menatap langit.
Siapa yang memiliki pakaian lengkap? Mereka yang punya benang untuk merajut uang.
Kita tidak akan diperkosa, walaupun berjalan telanjang di gedung taman kanak-kanak.
Sekarang, bukan lagi mereka yang ingin aku jodohkan, tapi, nalarku sedang menanti jodohnya yang sedang dijemput birahi sang pembual.
Jodoh, aku sabar menunggu.........................................................................................................
22/06/10
Melihat "Lega"
A : "Sempit!"
B : "Sesak gak?"
A : "Lumayan. Tolong, dong!"
B : "Nikmat, loh! Dadamu kembang kempis"
A : "Sebentar lagi aku bisa pingsan."
B : "Nikmat, loh! Paling-paling kamu digotong orang."
A : "Heh! Wajahku sudah lebam. Bibirku pucat."
B : "Nikmati saja, wajahmu jadi berwarna."
A : "Tolong, jangan berkelit! Aku cuma butuh "tolong"."
B : "Baik. Mungkin, mati saja? Itu pertolongan paling "lega"."
A : "Baiklah, asalkan lega, aku rela mati."
B : "Nah, mari! Biar kueratkan lagi tali kafanmu."
A : "Terimakasih."
B : "Sesak gak?"
A : "Lumayan. Tolong, dong!"
B : "Nikmat, loh! Dadamu kembang kempis"
A : "Sebentar lagi aku bisa pingsan."
B : "Nikmat, loh! Paling-paling kamu digotong orang."
A : "Heh! Wajahku sudah lebam. Bibirku pucat."
B : "Nikmati saja, wajahmu jadi berwarna."
A : "Tolong, jangan berkelit! Aku cuma butuh "tolong"."
B : "Baik. Mungkin, mati saja? Itu pertolongan paling "lega"."
A : "Baiklah, asalkan lega, aku rela mati."
B : "Nah, mari! Biar kueratkan lagi tali kafanmu."
A : "Terimakasih."
Langganan:
Postingan (Atom)