24/07/11

We Live in This Orgasmic World

Dengan kesimpulan, saya berfantasi menjadi Tuhan, dimana kisah yang hanya sebatas fiksi, dapat dengan bebas saya putar hingga dianggap lumrah.

Saya seorang sinematrografer yang mempermainkan keindahan semesta yang awalnya anda ciptakan untuk membuat saya menyerah.

Saya seorang pemikir yang berada di tengah garis idealisme dan komersialisme yang jauh dari kata resah.

Saya seorang rockstar yang akan menghancurkan gitar kesayangan saya di akhir perutunjukkan dan diakhiri dengan memberi makan para penjarah.

Saya tidak heran jika anda membaca tulisan saya dengan sedikit amarah dan merasa bahwa saya hanya pemimpi basah.

Maaf, tapi saya lebih bersyukur bila bisa mati berdiri dari pada sibuk mencari benang merah.

Karena matipun saya ingin berpredikat megah.

Anda? Bedebah? Ya, sudah tau.

12/07/11

Elemen Semesta

Mohammad Fatturachman Hakim Datau

a.k.a
Alex Ground...cuih


I don't do promise, but i do pray that we could stay no matter how hard it will be .
Thank you for being sincere..
. (ciyeee)

11/07/11

Has been Answered

I asked for strength - and i was given difficulties to make me strong

I asked for wisdom - and i was given problems to solve

I asked for prosperity - and i was given a brain and brawn to work

I asked for courage - and i was given dangers to overcome

I asked for love - and i was given troubled people to help

I asked for favours - and i was given opportunities

I received nothing i wanted

I received everything i needed


26/04/11

Untuk "Kagum" yang Tak Terbatas

Saya pikir ini biasa saja.
Sampai pada akhirnya semua presepsi saya mencair jatuh, dan mulai mencari muara yang harusnya tepat.
Dan yang paling tepat menurutnya adalah hati.
Hati yang letaknya memang selalu di bawah otak.

Bukan tanpa sebab Sang Khalik merancang posisi kedudukan mereka, seperti bentuk perlindungan epidermis kepada dermis. Agar sang hati tidak lagi mudah tergolek miris.

Maka saya, manusia, harus melindungi sang hati dengan tameng otak.
Tapi sayangnya, saya adalah insan yang perlahan terlalu mengagumi anda.
Saya sudah berpisah dengan kata rasio, semenjak saya mengetahui bahwa kita adalah kesatuan yang selalu berwujud dua.

Saya masih takut sakit, memang.
Namun kali ini, saya akan membiarkan bias presepsi itu mengalir deras terus mencari muaranya di organ bernama hati, karena yang saya tau ialah, mengagumi kamu dan kita adalah sesuatu yang tidak terbatas......







12/02/11

A Song that Makes me "falling"

"ROMAN KETIGA" : Accoustic version

By: White Shoes And The Couples Company
Written by Aprilia Apsari


"Aku jatuh dan tak bangun lagi, tenggelam di rayuannya. Menerpa s'gala angkara murka, padanya ku 'kan setia....."


Just listen to the lyric and Ms. Sari's voice, soon you'll find the magical meaning of this song.
I don’t know, because it hasn’t leave from my brain since the first time it thrived into my brain.
The beauty and of course originalities of this song really amazed me, even for the hundredth listening.
Once again, WSATCC is a pure brilliance.


Roman Ketiga

Cahya surya menyinari
Menyirami sanubari
Kuterlena akan lagu
Merdu senandung mendayu

Aku Jatuh dan tak bangun lagi
Tenggelam di rayuannya
Menerpa s'gala angkara murka
Padanya Ku 'kan setia

Ku jatuh dan tak bangun
Aku jatuh dan tak bangun
di rayuannya

Terpa sgala angkara
Terpa sgala angkaramu
Ku kan setia


16/12/10

Sketsa Robot

"Pendidikan tanpa uang sama dengan omong kooo.......song!"


"Sketsa Robot Ver. 2.0" karya I Yudhi Soenarto. Mengangkat isu pendidikan di negeri tercinta yang mulai (mungkin dari dulu) berorientasi pada uang, disajikan secara satir, dan tentunya dengan keseluruhan teknis, tim produksi, pemain, dan seluruh komponen pendukung yang luar biasa hebat.. (menurut saya pribadi) hehe.

Pementasan ini cukup berkesan bagi saya secara personal karena saya ikut terlibat di dalamnya. Hehe. Walaupun bukan pemain, tapi saya sebagai tim pemusik sudah mulai merasakan letihnya latihan untuk pementasan ini sejak dua bulan sebelum pertunjukkan. Capek? pasti. Awalnya latihan hanya diadakan hari Jumat. Mulai 7 malam sampai........gak tentu, paling cepat 11 malam. Tapi, semakin mendekati pementasan, latihan pun semakin intensif. Kemudian, sekitar tiga minggu sebelum pementasan, latihan pun mulai diadakan setiap hari. Selesai latihan bukan lagi jam 11, tapi bisa sampe jam 3 pagi. Wow. (Jelas capek. Pulang kuliah, nunggu di kampus sampe jam 7 malem, terus latihan, sampe jam 1 atau 2, paling lama jam 3 pagi, kalo ada waktu kosong nyolong-nyolong ngerjain tugas. )

Tapi semua capek itu kemudian terbayar dengan adanya keluarga baru yang memberi saya banyak pembelajaran, ilmu, cerita, cinta, dan semangat luar biasa. Sebelum pementasan, saya pingin ini cepet kelar kalo ngebayangin bagaimana hecticnya setiap hari, tapi begitu pementasan berakhir, saya mulai kangen. Kangen suasana 9204 sama orang-orangnya, kangen FIB waktu malam menjelang subuh, kangen ketawa ngeliatin akting orang-orang ciamik, dan tentunya kangen sama tim musik yang super sabaaaaar, super hebat, dan superhero. Kita di musik cuma ber-4, terdiri dari (ki-ka): Awan, saya sendiri, Rizky, Mas Asep.

Salut untuk keluarga besar Teater Sastra Universitas Indonesia. Lanjutkan berkarya, menyenangkan bersama kalian.

"Kritis bukan berarti tukang kritik" -oleh: URI (Universitas Robot Indonesia)- Sketsa Robot

27/11/10

Tissue

When everything is not here when they are most needed, I thank God for giving me this tremendously gorgeous tattoo on the skin of my soul: Faith