Di sini mulai belajar menjual, besok sudah mulai mengobral bual
Lama-lama lirih sampai lawan bisa mual
Siaga kata untuk sebuah registrasi cinta
Omong kosong belaka karena niat untuk umbar kata
Semua berlomba-lomba untuk memastikan hasil akhir
Tidak perlu mati khawatir, sudah ada takdir
Tenang, anda sudah dicatat, karena cintanya sudah diregistrasi
Tinggal bayar saja biaya administrasi
30/07/10
29/07/10
We're Only Just Begun
Its been a year! Yeay.
Setahun sudah saya dan dia "berjalan" bersama....(gak enak ya bahasanya?)
Banyak analogi yang pernah kami gambarkan mengenai perjalanan kami ini, tapi apapun itu analoginya, intinya adalah hubungan kami ini adalah hubungan yang luar biasa, haha. Kenapa? karena tidak mudah menyatukan isi dari dua kepala yang sangat berbeda seperti kami, hingga kadang terlontar kata menyerah, sampai akhirnya semua kembali berjalan kembali sesuai arah. Apapun itu, saya rasa, kami berhasil menyentuh tahap ini hanya karena pengorbanan (ih apasih????) haha kok jadi salting sendiri sih gue? haha.
Okay, hari ini kami nonton SALT, sebagai perayaan setaunan, di sebuah Mall di bilangan Pejaten, tempat dimana sang lelaki menyatakan perasaan kepada sang wanita.
Setahun lalu, dia memberikan saya sekotak nasi goreng yang luar biasa enak, dan ternyata di dalamnya, terdapat selipan note:
Setahun sudah saya dan dia "berjalan" bersama....(gak enak ya bahasanya?)
Banyak analogi yang pernah kami gambarkan mengenai perjalanan kami ini, tapi apapun itu analoginya, intinya adalah hubungan kami ini adalah hubungan yang luar biasa, haha. Kenapa? karena tidak mudah menyatukan isi dari dua kepala yang sangat berbeda seperti kami, hingga kadang terlontar kata menyerah, sampai akhirnya semua kembali berjalan kembali sesuai arah. Apapun itu, saya rasa, kami berhasil menyentuh tahap ini hanya karena pengorbanan (ih apasih????) haha kok jadi salting sendiri sih gue? haha.
Okay, hari ini kami nonton SALT, sebagai perayaan setaunan, di sebuah Mall di bilangan Pejaten, tempat dimana sang lelaki menyatakan perasaan kepada sang wanita.
Setahun lalu, dia memberikan saya sekotak nasi goreng yang luar biasa enak, dan ternyata di dalamnya, terdapat selipan note:
Op. 121 no. 8 "Come with Me, We'll Travel to Infinity"
.mungkin ini penghujung jalanku dalam semedi mengenai penantian madewi
Sebentar nanti akan kualami seberkas kejujuran menampak diri mengucap janji
Maaf jika lama
Sering ragu berkelebat seketika
Beralasan takut semata
Untuk ini kamu tidak perlu tanya "mengapa" atau "bagaimana"
Cukup asal kita saling percaya Dan sejarahku akan menghapus kata trauma
Kali ini Aku cuma bawa sepotong hati
Agar pengakuanku lengkap tanpa terkecuali
.P
.mungkin ini penghujung jalanku dalam semedi mengenai penantian madewi
Sebentar nanti akan kualami seberkas kejujuran menampak diri mengucap janji
Maaf jika lama
Sering ragu berkelebat seketika
Beralasan takut semata
Untuk ini kamu tidak perlu tanya "mengapa" atau "bagaimana"
Cukup asal kita saling percaya Dan sejarahku akan menghapus kata trauma
Kali ini Aku cuma bawa sepotong hati
Agar pengakuanku lengkap tanpa terkecuali
.P
Sweet ya? haha. Opus 121 nomer 8, entah knp saya suka nomer 8 karena kesannya "infinity" gitu haha.
Tidak banyak yang kami lakukan di "setahunan" ini. Cukup peringatan, memberi sedikit suvenir satu sama lain, sisanya? harapan di waktu2 selanjutnya akan berjalan sama manis,, (ihh haha maaf ya norak).
Untuk Pandji Putranda : Semoga ada tahun-tahun berikutnya untuk kita saling melengkapi, ingat filosofi tinja dan donut yang aku kasih ya, Bendji!! Thanks for this amazing 365 days. God bless us
Tidak banyak yang kami lakukan di "setahunan" ini. Cukup peringatan, memberi sedikit suvenir satu sama lain, sisanya? harapan di waktu2 selanjutnya akan berjalan sama manis,, (ihh haha maaf ya norak).
Untuk Pandji Putranda : Semoga ada tahun-tahun berikutnya untuk kita saling melengkapi, ingat filosofi tinja dan donut yang aku kasih ya, Bendji!! Thanks for this amazing 365 days. God bless us
18/07/10
kripik kripik
Terimakasih untuk kegaringan, yang karenanya, keripik tidak akan terasa "lempem"
*entah bahasa mana itu lempem, tapi lempem adalah lawan kata garing, gak selamanya garing itu bikin bete....
teruntuk : teman-teman saya yang hobi ngejayus, jangan minder. Syemungudh! Entah kenapa mau nge-post ini, karena keseringan denger kata "garing" di tengah lawakan saya terhadap teman-teman saya, berarti saya mungkin emang ga bakat ngelawak, tapi di sela-sela celaan mereka atas "kegaringan" saya, tetap terlihat kok, walau seiris, ada senyuman yang menahan tawa lepas. Jadi, jangan khawatir menjadi garing. Karena disaat kamu dibilang garing, semua terasa gak "lempem" haha. terimakasih
*entah bahasa mana itu lempem, tapi lempem adalah lawan kata garing, gak selamanya garing itu bikin bete....
teruntuk : teman-teman saya yang hobi ngejayus, jangan minder. Syemungudh! Entah kenapa mau nge-post ini, karena keseringan denger kata "garing" di tengah lawakan saya terhadap teman-teman saya, berarti saya mungkin emang ga bakat ngelawak, tapi di sela-sela celaan mereka atas "kegaringan" saya, tetap terlihat kok, walau seiris, ada senyuman yang menahan tawa lepas. Jadi, jangan khawatir menjadi garing. Karena disaat kamu dibilang garing, semua terasa gak "lempem" haha. terimakasih
23/06/10
Produksi
Jodoh itu milik siapa? Milik mereka yang percaya adanya jalan Tuhan.
Kita tidak berjodoh dengan atap, ketika kita tidur menatap langit.
Siapa yang memiliki pakaian lengkap? Mereka yang punya benang untuk merajut uang.
Kita tidak akan diperkosa, walaupun berjalan telanjang di gedung taman kanak-kanak.
Sekarang, bukan lagi mereka yang ingin aku jodohkan, tapi, nalarku sedang menanti jodohnya yang sedang dijemput birahi sang pembual.
Jodoh, aku sabar menunggu.........................................................................................................
Kita tidak berjodoh dengan atap, ketika kita tidur menatap langit.
Siapa yang memiliki pakaian lengkap? Mereka yang punya benang untuk merajut uang.
Kita tidak akan diperkosa, walaupun berjalan telanjang di gedung taman kanak-kanak.
Sekarang, bukan lagi mereka yang ingin aku jodohkan, tapi, nalarku sedang menanti jodohnya yang sedang dijemput birahi sang pembual.
Jodoh, aku sabar menunggu.........................................................................................................
22/06/10
Melihat "Lega"
A : "Sempit!"
B : "Sesak gak?"
A : "Lumayan. Tolong, dong!"
B : "Nikmat, loh! Dadamu kembang kempis"
A : "Sebentar lagi aku bisa pingsan."
B : "Nikmat, loh! Paling-paling kamu digotong orang."
A : "Heh! Wajahku sudah lebam. Bibirku pucat."
B : "Nikmati saja, wajahmu jadi berwarna."
A : "Tolong, jangan berkelit! Aku cuma butuh "tolong"."
B : "Baik. Mungkin, mati saja? Itu pertolongan paling "lega"."
A : "Baiklah, asalkan lega, aku rela mati."
B : "Nah, mari! Biar kueratkan lagi tali kafanmu."
A : "Terimakasih."
B : "Sesak gak?"
A : "Lumayan. Tolong, dong!"
B : "Nikmat, loh! Dadamu kembang kempis"
A : "Sebentar lagi aku bisa pingsan."
B : "Nikmat, loh! Paling-paling kamu digotong orang."
A : "Heh! Wajahku sudah lebam. Bibirku pucat."
B : "Nikmati saja, wajahmu jadi berwarna."
A : "Tolong, jangan berkelit! Aku cuma butuh "tolong"."
B : "Baik. Mungkin, mati saja? Itu pertolongan paling "lega"."
A : "Baiklah, asalkan lega, aku rela mati."
B : "Nah, mari! Biar kueratkan lagi tali kafanmu."
A : "Terimakasih."
29/05/10
Abstraksi Media
Aku mau mencari suatu kesenangan di mana indera pengelihatanku akan sendirinya bekerja lebih aktif dari biasanya karena sang penggembira ini selalu memberikanku intervensi-intervensi tidak stabil tentang kehidupan orang lain yang dibilang selebriti beserta tetek bengeknya yang sebenarnya tidak lebih penting dari ukuran celana dalam orang tuaku, gaya hidup imajiner yang membuat sang penyaksi bermimpi terlalu tinggi , atau bahkan promo tidak masuk di akal yang nantinya akan menggodaku dan lama-lama merasuk ke gaya bicaraku, gaya berpikirku, bahkan gaya hidupku...
Kesenangan ini memang berwujud keajaiban.
Tanpanya, setiap hari adalah hampa.
Karena aktifitas ku akan terlihat seperti panggung sandiwara dengan pertunjukan telah dimulai tetapi masih lengkap dengan tirainya yang lupa dibuka. Seperti kecerobohan tanpa arah.
Dan keajaiban itu bernama televisi
Kesenangan ini memang berwujud keajaiban.
Tanpanya, setiap hari adalah hampa.
Karena aktifitas ku akan terlihat seperti panggung sandiwara dengan pertunjukan telah dimulai tetapi masih lengkap dengan tirainya yang lupa dibuka. Seperti kecerobohan tanpa arah.
Dan keajaiban itu bernama televisi
17/05/10
Finally 20
Kemarin adalah hari ulang tahun saya yang ke-20. Terlalu muda dibilang tua, terlalu tua dibilang muda. Tidak ada yang spesial selain kesempatan bernafas di umur ke-20, dan ucapan-ucapan selamat dari teman-teman lama (wow.. masih diingat ternyata) *i know they just realized from facebook notification, but im still happy tho.
Sebenarnya saya bukan orang yang suka surprise. Tapi karena tahun lalu (ulang thn ke-19) saya dikasih sedikit surprise oleh sejumlah teman, sejujurnya tahun ini juga berharap di-surprrise-in..tapi ternyata KE-TA-GIH-AN... Bahkan minta ke temen-temen supaya dateng ke rumah saya jam 12 malam.. WHAHAHAHAHHA.. wahai yang membaca, silahkan bilang saya ngarep.. Nah ini "kejutan" ulang tahun saya yang ke-19
Orange cheese cake (rasanya asem. Bener-bener asem. Makan kue ini tuh pasti sambil mengernyitkan dahi dan mendempetkan alis) dengan ucapan selamat ulang tahun berhuruf Cina dan lima bungkus Soy Joy merah kesukaan saya.. ((((Kenapa 5 ya? Kenapa gak 19 SoyJoy-nya?? Terus kenapa dikasih kue rasa jeruk? saya kan suka cokelat? Alasan teman2 saya sih karena saat itu saya lagi diet))))...Oke mulai gak tahu diri...
Sekecil apapun pemberian dari seseorang atau orang-orang di hari penting kita, pasti kita yang menerima merasa senang sampai ubun-ubun. Bukan berlebihan, tapi melihat orang berusaha untuk kesenangan kita itu suatu penghargaan, bukan? haha. Tapi bukan surprise atau hadiah yang menjadi esensi dari ulang tahun itu sendiri (sok dewasa nih ceritanya kan udah 20 tahun).. Yang terpenting adalah kedewasaan menghadapi umur yang baru. Percuma kan umur boros, muka masa lalu, tapi kelakuan remaja labil , haha,, yah ini hanya intermezzo kesan-kesan hari ulang tahun. tidak bermaksud apa-apa dan teruntuk siapa-siapa pula.
Thank God i made it this far. . .
God Speed
Sebenarnya saya bukan orang yang suka surprise. Tapi karena tahun lalu (ulang thn ke-19) saya dikasih sedikit surprise oleh sejumlah teman, sejujurnya tahun ini juga berharap di-surprrise-in..tapi ternyata KE-TA-GIH-AN... Bahkan minta ke temen-temen supaya dateng ke rumah saya jam 12 malam.. WHAHAHAHAHHA.. wahai yang membaca, silahkan bilang saya ngarep.. Nah ini "kejutan" ulang tahun saya yang ke-19
Orange cheese cake (rasanya asem. Bener-bener asem. Makan kue ini tuh pasti sambil mengernyitkan dahi dan mendempetkan alis) dengan ucapan selamat ulang tahun berhuruf Cina dan lima bungkus Soy Joy merah kesukaan saya.. ((((Kenapa 5 ya? Kenapa gak 19 SoyJoy-nya?? Terus kenapa dikasih kue rasa jeruk? saya kan suka cokelat? Alasan teman2 saya sih karena saat itu saya lagi diet))))...Oke mulai gak tahu diri...Sekecil apapun pemberian dari seseorang atau orang-orang di hari penting kita, pasti kita yang menerima merasa senang sampai ubun-ubun. Bukan berlebihan, tapi melihat orang berusaha untuk kesenangan kita itu suatu penghargaan, bukan? haha. Tapi bukan surprise atau hadiah yang menjadi esensi dari ulang tahun itu sendiri (sok dewasa nih ceritanya kan udah 20 tahun).. Yang terpenting adalah kedewasaan menghadapi umur yang baru. Percuma kan umur boros, muka masa lalu, tapi kelakuan remaja labil , haha,, yah ini hanya intermezzo kesan-kesan hari ulang tahun. tidak bermaksud apa-apa dan teruntuk siapa-siapa pula.
Thank God i made it this far. . .
God Speed
Langganan:
Postingan (Atom)