15/09/10

Dunia dalam Kelamin

Saya melihat seorang pengembara berjalan mendekat.
Tanpa sehelai benang.
Telanjang, ditelanjangi, atau mungkin menelanjangi.
Juga tanpa kelamin, maka tidaklah ia berjalan dengan malu.
Bukan cacat, bukan pula halusinasi.
Apakah dunia ini bulat?
Apakah dunia ini datar?
Ia tidak lagi peduli.
Menurutnya, lebih baik datar, jika perubahan berwujud tupai berkepala dua yang menggerogoti kebahagian yang belum sempat diraba.
Lebih baik bulat ,jika nestapa tidak memandang luka dan nanah yang belum kunjung kering.

Tidak ada yang lebih baik di dunia ini selain berkelana sambil telanjang, tanpa sehelai benang, dan tak berkelaminkan sebuah identitas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar